Bulog Kalteng Targetkan Salurkan 8.469 Ton Beras SPHP di 2026, Harga Tetap Terjangkau!
ADMIN VOX MERDEKA
10 Mei 2026, 18:46 WIB · Diperbarui 13 Oktober 2026 00:45 WIB
VOXMERDEKA.ID, PALANGKA RAYA – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat upaya menjaga stabilitas harga pangan di Bumi Tambun Bungai.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.600 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah digelontorkan ke tengah masyarakat. Pemimpin Wilayah Bulog Kalteng, Erwin Budiana, menyatakan bahwa pendistribusian beras murah ini menjadi instrumen penting dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pasar. "Distribusi beras SPHP kepada masyarakat terbukti mampu menjaga daya beli, sehingga berdampak positif pada stabilitas harga pangan di pasaran," ujar Erwin Budiana di Palangka Raya, Minggu (10/5/2026).
Keunggulan utama beras SPHP terletak pada harganya yang sangat terjangkau. Berdasarkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku, beras SPHP di Kalimantan Tengah dipatok sebesar Rp13.100 per kilogram atau Rp65.500 untuk kemasan 5 kilogram. Angka tersebut terpaut cukup jauh dari harga beras medium di pasaran yang rata-rata mencapai Rp14.324 per kilogram, serta beras premium yang menyentuh angka rata-rata Rp16.899 per kilogram. Erwin menjelaskan, untuk memastikan jangkauan yang luas, Bulog menggandeng 234 mitra penjualan yang tersebar di seluruh Kalteng.
PASANG IKLAN
DI VOX MERDEKA
Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia
Saluran distribusi ini mencakup toko-toko mitra di pasar tradisional, koperasi, hingga Rumah Pangan Kita (RPK). "Selain lewat mitra, kami juga melakukan penjualan langsung melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) atau Pasar Murah yang bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah," tambahnya.
Saat ini, stok beras SPHP yang tersedia di gudang Bulog Kalteng mencapai 285 ton. Jumlah ini bersifat dinamis karena penambahan stok terus dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan daerah.
Untuk tahun 2026, Bulog Kalteng mematok target penyaluran sebesar 8.469 ton. Terkait kualitas, Erwin menjabarkan bahwa beras SPHP merupakan beras kualitas medium dengan standar yang ketat, yakni derajat sosoh minimal 95 persen dan kadar air maksimal 14 persen.
Namun, ia mengingatkan agar para mitra rutin mengecek kualitas stok di toko masing-masing. "Beras yang tersimpan lama tanpa perawatan yang benar kualitasnya bisa menurun atau muncul kutu.
Baca Juga
Asap Mengepung, Ekonomi Kalteng Tertekan: Karhutla Picu Dampak Multidimensi
Kami mengimbau toko mitra untuk mengecek stoknya. Jika kualitas menurun akibat penyimpanan, silakan diretur atau dikembalikan agar beras yang diterima masyarakat benar-benar terjaga standarnya," tegas Erwin. Pihak Bulog sendiri memastikan secara rutin melakukan perawatan rutin di gudang pusat agar beras yang disalurkan tetap segar dan layak konsumsi sesuai standar nasional. (Red)
Punya pertanyaan tentang berita ini?
Contoh pertanyaan:
Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?
5.0 / 5 dari 4 rating
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Ekonomi & Bisnis
Asap Mengepung, Ekonomi Kalteng Tertekan: Karhutla Picu Dampak Multidimensi
UMPR
Wisuda UMPR, 668 Lulusan Didorong Berkontribusi bagi Pembangunan Kalteng
Kalimantan Tengah
WALHI dan Solidaritas Perempuan Kritik Penanganan Karhutla Kalteng, Gubernur Diminta Minta Maaf
Kalimantan Tengah