Wisuda UMPR, 668 Lulusan Didorong Berkontribusi bagi Pembangunan Kalteng
ADMIN VOX MERDEKA
12 Oktober 2026, 19:17 WIB · Diperbarui 12 Oktober 2026 20:37 WIB
VOXMERDEKA.ID, PALANGKA RAYA — Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) mewisuda 668 lulusan dari jenjang magister, sarjana, dan diploma dalam rangkaian Yudisium dan Wisuda Program Pascasarjana XIV, Sarjana XXXVII, serta Diploma XXVI Tahun 2026. Prosesi berlangsung selama dua hari, 11–12 Oktober 2026, dengan pesan agar para lulusan tidak hanya mengandalkan gelar akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyampaikan pesan tersebut saat memberikan pembekalan kepada para lulusan di Swiss-Belhotel Danum, Palangka Raya, Minggu (11/10/2026). Ia meminta para wisudawan terus mengembangkan ilmu yang diperoleh selama kuliah dan menerapkannya untuk mendukung pembangunan daerah.
“Lulusan harus bisa memberikan manfaat bagi orang banyak. Ilmu yang didapatkan selama kuliah harus terus dikembangkan dan menjadi bekal dalam menghadapi dinamika kehidupan bermasyarakat,” kata Agustiar, sebagaimana diberitakan ANTARA dan sejumlah media lokal.
Dari total 668 lulusan, sebanyak 335 orang mengikuti prosesi pada Minggu (11/10/2026), sedangkan 333 lulusan lainnya dijadwalkan menjalani wisuda pada Senin (12/10/2026).
Agustiar menilai keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi merupakan hasil perjuangan bersama. Selain kerja keras mahasiswa, dukungan orang tua, dosen, dan seluruh sivitas akademika turut berperan dalam mengantarkan mahasiswa meraih gelar akademik.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak cepat berpuas diri setelah menyelesaikan pendidikan. Para sarjana dan lulusan pascasarjana diharapkan terus meningkatkan kapasitas diri, berani menghadapi tantangan, serta menjadikan kegagalan sebagai bagian dari proses pembelajaran.
PASANG IKLAN
DI VOX MERDEKA
Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia
Menurutnya, kecakapan akademik perlu diimbangi dengan karakter yang baik. Sikap bijaksana, kemampuan menjaga adab, dan keterbukaan dalam berinteraksi dengan masyarakat menjadi bekal penting bagi lulusan ketika memasuki dunia kerja maupun mengambil peran di lingkungan sosial.
Rektor UMPR Tekankan Tanggung Jawab Intelektual
Rektor UMPR, Assoc. Prof. Dr. Muhamad Yusuf, S.Sos., M.A.P., menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab intelektual untuk ikut mencari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Ia berharap ilmu yang diperoleh selama perkuliahan tidak berhenti sebagai pengetahuan teoritis, tetapi dapat diterapkan untuk memahami kebutuhan masyarakat dan menjawab tantangan yang berkembang.
“Persoalan sosial harus dipandang sebagai tantangan yang perlu dipahami dan dicarikan solusi, bukan dihindari. Karena itu, lulusan UMPR diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, bersikap toleran, serta menyesuaikan diri dengan perubahan dan kebutuhan masyarakat,” kata Muhamad Yusuf.
Rektor juga menyoroti pentingnya sinergi perguruan tinggi dengan pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Dukungan terhadap pendidikan, termasuk penyediaan beasiswa, dinilai menjadi salah satu upaya untuk memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan tinggi.
Selain kompetensi akademik, Muhamad Yusuf menilai pemahaman politik juga perlu diperkuat agar lulusan mampu berpikir kritis dan berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.
Ia menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan wali mahasiswa yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada UMPR. Para lulusan juga diharapkan tetap menjaga hubungan dengan almamater serta berkontribusi bagi kemajuan masyarakat dan Kalimantan Tengah.
Baca Juga
WALHI dan Solidaritas Perempuan Kritik Penanganan Karhutla Kalteng, Gubernur Diminta Minta Maaf
UMPR Terus Kembangkan Pendidikan Tinggi
Dalam pembekalan tersebut, Agustiar turut menyoroti perkembangan UMPR, baik dari sisi akademik maupun fasilitas pendukung pendidikan. Kampus tersebut dilaporkan memiliki belasan ribu mahasiswa aktif yang tersebar di lebih dari 40 program studi, dengan tiga kampus utama di Kota Palangka Raya serta kampus lain di sejumlah kabupaten di Kalimantan Tengah.
Perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi dan menyiapkan sumber daya manusia di daerah.
Wisuda kali ini tidak hanya menandai berakhirnya masa studi bagi ratusan mahasiswa, tetapi juga menjadi awal bagi mereka untuk menerapkan kompetensi di tengah masyarakat. Tantangan berikutnya adalah bagaimana para lulusan mampu mengubah ilmu, keterampilan, dan pengalaman akademik menjadi kontribusi yang relevan bagi dunia kerja, lingkungan sosial, dan pembangunan daerah.
Pesan yang mengemuka dalam wisuda UMPR 2026 ialah pentingnya keseimbangan antara pengetahuan, karakter, dan kepedulian sosial. Para lulusan diharapkan terus belajar, mampu beradaptasi dengan perubahan, serta mengambil peran dalam menjawab kebutuhan masyarakat Kalimantan Tengah. (RR)
Punya pertanyaan tentang berita ini?
Contoh pertanyaan:
Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?
5.0 / 5 dari 2 rating
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Kalimantan Tengah
WALHI dan Solidaritas Perempuan Kritik Penanganan Karhutla Kalteng, Gubernur Diminta Minta Maaf
Kalimantan Tengah
Curah Hujan Kalteng Diprakirakan Rendah hingga Menengah, Kewaspadaan Karhutla Perlu Ditingkatkan
Disdik Kalteng
Indikator Pendidikan Kalteng Meningkat, APM SMA/SMK dan Literasi-Numerasi Tumbuh Signifikan
Ekonomi & Bisnis