Vox Merdeka
Terbaru
Kalimantan Tengah

Jejak Koyem, dari Tukang Tambal Ban hingga Memimpin Barito Utara Dua Periode, Tutup Usia di Jakarta

ADMIN VOX MERDEKA

ADMIN VOX MERDEKA

06 Oktober 2026, 12:22 WIB · Diperbarui 06 Oktober 2026 14:25 WIB

29 dibaca 5.0
Jejak Koyem, dari Tukang Tambal Ban hingga Memimpin Barito Utara Dua Periode, Tutup Usia di Jakarta
Almarhum H. Nadalsyah Koyem

VOXMERDEKA.ID, MUARA TEWEH - H. Nadalsyah atau yang akrab disapa Koyem mengakhiri perjalanan hidupnya di Jakarta, Senin (5/10/2026) malam. Mantan Bupati Barito Utara dua periode itu meninggal dunia sekitar pukul 19.00 WIB di salah satu rumah sakit di Jakarta dalam usia 61 tahun.

Kabar wafatnya Koyem sontak menyelimuti Kabupaten Barito Utara dengan duka. Tokoh yang selama satu dekade pernah menjadi orang nomor satu di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan itu meninggalkan perjalanan panjang, dari kehidupan sederhana sebagai pekerja hingga menjadi pengusaha dan kemudian terjun ke panggung politik.

Kabar meninggalnya Koyem dikonfirmasi Bupati Barito Utara H. Shalahuddin. Sementara pihak keluarga menyampaikan jenazah akan dipulangkan ke Muara Teweh. ANTARA melaporkan, keluarga mengurus pemulangan jenazah pada Senin malam dan almarhum direncanakan dimakamkan di Kompleks Islamic Centre Muara Teweh.

Kepergian Koyem bukan hanya menutup perjalanan seorang mantan kepala daerah. Ia juga meninggalkan catatan panjang tentang bagaimana seorang anak dari keluarga sederhana di Desa Lemo membangun karier dari bawah sebelum akhirnya masuk ke pemerintahan dan politik.

Dari Desa Lemo dan Tukang Tambal Ban

Nadalsyah lahir di Desa Lemo, Kecamatan Teweh Tengah, Barito Utara, 12 Maret 1965. Ia merupakan anak kedua dari enam bersaudara, putra pasangan H. Anton Idris dan Hj. Siti Rukayah.

Masa kecil Koyem jauh dari kehidupan yang serba berkecukupan. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di Lemo, ia melanjutkan sekolah ke SMPN 1 Muara Teweh.

Di masa remaja itulah ia mulai merasakan kerasnya kehidupan. Sepulang sekolah, Koyem bekerja di bengkel sepeda motor milik pamannya. Salah satu pekerjaan yang dijalaninya adalah menambal ban untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus meringankan beban orangtuanya. Kisah tersebut pernah diceritakan langsung Nadalsyah kepada ANTARA.

Riwayat pendidikannya kemudian berlanjut melalui pendidikan kesetaraan. Data profil yang dipublikasikan pada Pilkada Kalteng 2024 mencatat ia menempuh pendidikan di SDN 1 Lemo, SMPN 1 Muara Teweh, kemudian SMA melalui PKBM Tunas Kepala pada 2009-2012.

Namun, perjalanan Koyem tidak berhenti di bangku sekolah.

Setelah masa sekolahnya, ia menjalani berbagai pekerjaan. Sejumlah profil tentang dirinya mencatat Koyem pernah bekerja sebagai anak buah kapal atau ABK yang mengangkut rakit kayu melalui jalur Sungai Barito hingga Banjarmasin.

Pengalaman di dunia sungai dan transportasi tersebut kemudian membawanya mendapat kepercayaan dari perusahaan tempatnya bekerja. Ia dipercaya mengelola pekerjaan pengangkutan rakit hingga akhirnya menduduki posisi General Manager.

Dari Pekerja Menjadi Pengusaha

Pengalaman panjang di dunia usaha kemudian mendorong Koyem membangun bisnis sendiri.

Ia mendirikan Mitra Barito, perusahaan yang kemudian berkembang di sektor pertambangan dan jasa terkait. Situs resmi Mitra Barito Group saat ini mencatat H. Nadalsyah Koyem sebagai pendiri perusahaan tersebut.

PASANG IKLAN DI VOX MERDEKA

Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia

HUBUNGI KAMI

Dunia usaha inilah yang menjadi salah satu fondasi perjalanan Koyem sebelum memasuki politik.

Ia kemudian mulai melihat bahwa kontribusi kepada masyarakat tidak hanya dapat dilakukan melalui dunia bisnis. Dalam sebuah kegiatan bersama mahasiswa, Nadalsyah pernah menyebut kejujuran, kedisiplinan dan keikhlasan sebagai prinsip yang dipegangnya sejak menjadi tukang tambal ban hingga menjadi bupati.

Ia juga menjelaskan alasan memilih masuk pemerintahan. Menurutnya, menjadi bupati membuka ruang pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat.

Masuk Politik dan Menjadi Bupati Barito Utara

Koyem mulai memasuki arena politik daerah pada Pilkada Barito Utara 2013.

Ia maju sebagai calon Bupati Barito Utara berpasangan dengan Ompie Herby. Pasangan tersebut kemudian terpilih dan membawa Koyem ke kursi Bupati Barito Utara untuk periode 2013-2018.

Lima tahun kemudian, Koyem kembali maju dalam Pilkada Barito Utara. Kali ini ia berpasangan dengan Sugianto Panala Putra.

Hasilnya, Koyem kembali dipercaya masyarakat dan melanjutkan kepemimpinannya untuk periode kedua. DPRD Barito Utara pada 2018 juga mencatat pengukuhan Nadalsyah dan Sugianto Panala Putra sebagai Bupati dan Wakil Bupati periode 2018-2023.

Selama dua periode, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan pemerintahannya.

Salah satu proyek yang mendapat perhatian pada masa kepemimpinannya adalah Bandara H. Muhammad Sidik di Desa Trinsing. Nadalsyah beberapa kali mendorong percepatan penyelesaian bandara tersebut agar dapat memperkuat konektivitas Barito Utara sekaligus membuka peluang investasi.

Pada 2019, pemerintah pusat mengalokasikan Rp99 miliar untuk penyelesaian pekerjaan bandara. Nadalsyah juga menyampaikan langsung persoalan pembangunan bandara tersebut dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo pada akhir 2018.

Pada awal 2020, pembangunan fisik bandara dilaporkan telah rampung pada akhir 2019 dan ditargetkan mulai beroperasi.

Di bidang tata kelola keuangan daerah, Barito Utara juga mencatat opini Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP atas laporan keuangan daerah selama beberapa tahun pada masa kepemimpinannya. ANTARA mencatat capaian WTP tersebut diperoleh sejak 2014 hingga 2018.

Tak Hanya Pemerintahan, Koyem Aktif di Dunia Olahraga

Di luar pemerintahan, Koyem juga dikenal memiliki perhatian terhadap olahraga.

Pada 2015, ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Barito Utara periode 2015-2019. Saat itu, ia menyatakan ingin mendorong pembinaan atlet daerah agar mampu berprestasi di tingkat daerah, nasional hingga internasional.

Kiprahnya kemudian berlanjut di tingkat nasional.

Koyem dilantik sebagai Ketua Umum Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia (ASBWI) periode 2021-2025. Pelantikan tersebut dilakukan dalam Kongres Biasa ASBWI di Jakarta pada Februari 2022.

Memimpin Demokrat Kalteng

Baca Juga

WALHI Kalteng Sangkakan Pemerintah Gagal Paham Soal Pembakaran Lahan dan Praktik Peladang Tradisional

Jejak politik Koyem tidak berhenti di tingkat kabupaten.

Ia dipercaya memimpin DPD Partai Demokrat Kalimantan Tengah. Pada 2022, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono kembali menetapkan Nadalsyah sebagai Ketua DPD Demokrat Kalteng untuk periode 2022-2026.

Posisi tersebut membuat Koyem menjadi salah satu figur penting Partai Demokrat di Kalimantan Tengah.

Pada Pilkada Kalteng 2020, sebagai Ketua DPD Demokrat Kalteng, ia juga ikut berada dalam dinamika politik provinsi. Setelah hasil pemilihan keluar, Koyem menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan Sugianto Sabran-Edy Pratowo yang memperoleh suara terbanyak ketika itu.

Maju sebagai Calon Gubernur Kalteng

Setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Bupati Barito Utara, Koyem kembali ke arena politik yang lebih luas.

Pada Pilkada Kalimantan Tengah 2024, ia maju sebagai calon gubernur berpasangan dengan Supian Hadi atau SHD.

Pasangan Koyem-SHD mendapat dukungan sejumlah partai dan mendaftarkan diri ke KPU Kalteng pada Agustus 2024.

Dalam hasil rekapitulasi KPU, pasangan Agustiar Sabran-Edy Pratowo memperoleh 484.754 suara, sedangkan Koyem-SHD meraih 468.925 suara. Dengan hasil tersebut, Koyem-SHD berada di posisi kedua.

Meski tidak berakhir dengan kemenangan, Pilkada 2024 menjadi babak terakhir perjalanan politik elektoral Koyem di tingkat provinsi.

Hingga Akhir Hayat

Di luar jabatan politik, Koyem tetap tercatat memiliki hubungan dengan dunia usaha melalui Mitra Barito. Dalam sejumlah kegiatan sosial, perusahaan yang didirikannya juga disebut terlibat dalam berbagai program bantuan dan pembangunan masyarakat.

Salah satu contohnya adalah dukungan PT Mitra Barito terhadap pembangunan fasilitas publik di Barito Utara. Jejak tersebut berjalan beriringan dengan aktivitas Koyem selama menjadi kepala daerah.

Pada 5 Oktober 2026, perjalanan panjang tersebut akhirnya berhenti.

Koyem meninggal dunia di Jakarta sekitar pukul 19.00 WIB. Informasi mengenai kondisi kesehatan dan penyebab pasti meninggalnya tidak perlu dispekulasikan karena pihak keluarga maupun pemerintah daerah belum memberikan keterangan medis terperinci.

Yang telah dikonfirmasi adalah jenazah akan dipulangkan ke Muara Teweh untuk disemayamkan dan rencananya dimakamkan di Kompleks Islamic Centre Muara Teweh.

Bagi Barito Utara, nama Nadalsyah tidak hanya tercatat sebagai mantan bupati dua periode. Ia datang dari Desa Lemo, menjalani masa muda sebagai pekerja dan tukang tambal ban, membangun usaha sendiri, kemudian memasuki politik hingga dipercaya memimpin daerah selama satu dekade.

Perjalanan itulah yang membuat sosok yang akrab dipanggil Koyem meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Barito Utara dan politik Kalimantan Tengah. (RR)

Tag: #koyem #H Nadalsyah #Tutup Usia #Duka Cita #Kisah Koyem
Tanya VOX AI

Punya pertanyaan tentang berita ini?

Contoh pertanyaan:

Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?

5.0 / 5 dari 4 rating

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait