Vox Merdeka
Terbaru
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA

Awali Hari Pertama Kerja, Rektor UPR Prioritaskan Fasilitas Kuliah dan Layanan Mahasiswa

ADMIN VOX MERDEKA

ADMIN VOX MERDEKA

12 Oktober 2026, 19:29 WIB · Diperbarui 12 Oktober 2026 20:36 WIB

49 dibaca 5.0
Awali Hari Pertama Kerja, Rektor UPR Prioritaskan Fasilitas Kuliah dan Layanan Mahasiswa
KERJA - Rektor Universitas Palangka Raya Prof. Bhayu Rhama meninjau kesiapan sarana dan prasarana kampus serta menyiapkan program 100 hari kerja untuk meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa.

VOXMERDEKA.ID, PALANGKA RAYA – Pembenahan fasilitas pembelajaran dan peningkatan kualitas pelayanan mahasiswa menjadi agenda utama Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Prof. Bhayu Rhama, Ph.D., pada awal masa kepemimpinannya. Melalui program 100 hari kerja, ia menargetkan perbaikan sarana dan prasarana kampus, penguatan jaringan listrik dan internet, hingga pembukaan saluran pengaduan untuk menampung aspirasi sivitas akademika.

Bhayu mulai menjalankan tugas pada Senin (12/10/2026), sepekan setelah dilantik sebagai rektor. Ia menegaskan, universitas harus menempatkan kebutuhan mahasiswa sebagai salah satu prioritas utama agar proses pendidikan berlangsung lebih optimal.

“Fokus kita adalah memperbaiki sarana dan prasarana untuk mahasiswa. Inti dari keberadaan universitas adalah melayani mahasiswa agar mereka dapat berkembang menjadi generasi muda yang siap berkompetisi,” ujar Bhayu kepada awak media, Senin (12/10/2026).

Sebagai langkah awal, ia berencana meninjau ruang kuliah di setiap fakultas untuk melihat langsung kondisi fasilitas yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Peninjauan tersebut sekaligus menjadi upaya memetakan kebutuhan serta mengidentifikasi kendala yang perlu segera ditangani.

“Saya akan melihat ruang kelas dan mengunjungi fakultas satu per satu. Saya juga akan bertemu dengan para dekan untuk kembali mendengarkan masukan mereka,” katanya setelah menerima penyambutan dari para wakil rektor dan staf di lingkungan rektorat UPR.

Pertemuan dengan para dekan juga akan dimanfaatkan untuk menyelaraskan visi dan misi kepemimpinannya dengan kebutuhan setiap fakultas. Dengan demikian, kebijakan universitas diharapkan tidak hanya berangkat dari perencanaan pimpinan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi riil dan masukan dari unit-unit akademik.

PASANG IKLAN DI VOX MERDEKA

Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia

HUBUNGI KAMI

“Ada dua poin penting yang menjadi perhatian saya. Pertama, patuh terhadap arahan Menteri. Kedua, bagaimana kita memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa,” tutur Bhayu.

Perkuat Listrik dan Internet Kampus

Selain mengevaluasi ruang kuliah, peningkatan kualitas jaringan listrik dan internet masuk dalam prioritas program 100 hari kerja. Menurut Bhayu, ketersediaan infrastruktur tersebut berpengaruh terhadap kenyamanan ruang belajar sekaligus kelancaran aktivitas akademik.

Ia menginginkan ruang perkuliahan memiliki fasilitas yang lebih memadai, termasuk pendingin ruangan atau AC, serta dukungan jaringan internet yang lebih baik. Pembenahan akan diarahkan untuk mengatasi keterbatasan fasilitas yang masih dijumpai di sejumlah ruang kelas.

“Kenapa listrik dan internet menjadi perhatian? Karena kita ingin ruang kelas lebih nyaman, termasuk dengan dukungan AC dan fasilitas yang lebih lengkap. Selama ini memang masih ada keterbatasan,” jelasnya.

Perbaikan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang mendukung mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan. Di sisi lain, fasilitas yang memadai juga diharapkan membantu dosen menjalankan proses pembelajaran secara lebih efektif.

Halo UPR Jadi Saluran Aspirasi Sivitas Akademika

Tak hanya berfokus pada pembangunan fisik, Bhayu juga merencanakan peluncuran Halo UPR, sebuah saluran komunikasi yang disiapkan untuk menerima saran, kritik, keluhan, dan pengaduan terkait pelayanan maupun penyelenggaraan kegiatan universitas.

Saluran tersebut nantinya dapat dimanfaatkan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta anggota sivitas akademika lainnya untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Pengaduan direncanakan bisa disampaikan melalui WhatsApp maupun surat elektronik atau email.

Baca Juga

Target 100 Hari Kerja Rektor UPR, Prof Bhayu Rhama Siap Harmoniskan Internal dan Benahi Fasilitas Kampus

Bhayu menyebut, kerahasiaan pelapor akan dijaga. Kehadiran Halo UPR diharapkan mempermudah warga kampus berkomunikasi dengan pimpinan sekaligus menjadi sumber masukan untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas layanan universitas.

“Untuk saran, kritik, dan pengaduan, nantinya dapat disampaikan melalui Halo UPR, baik melalui WhatsApp maupun email. Kerahasiaan pelapor akan dijaga,” ungkapnya.

Perkuat Pembenahan Internal Periode 2026–2030

Bhayu Rhama dilantik sebagai Rektor UPR periode 2026–2030 pada Senin (5/10/2026) oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Badri Munir Sukoco, Ph.D., di Jakarta.

Memasuki masa awal kepemimpinan, ia berkomitmen melanjutkan program-program yang telah berjalan sembari memperkuat pembenahan internal. Program 100 hari kerja menjadi salah satu langkah awal untuk menerjemahkan agenda tersebut ke dalam upaya yang menyentuh kebutuhan sivitas akademika.

Pembenahan ruang kuliah, peningkatan dukungan listrik dan internet, serta penyediaan saluran pengaduan menjadi tiga fokus yang disiapkan. Melalui langkah-langkah tersebut, kepemimpinan baru UPR diharapkan dapat mendorong pelayanan kampus yang lebih responsif dan lingkungan akademik yang semakin mendukung perkembangan mahasiswa. (RR)

Tag: #UPR #Bhayu Rhama #Rektor UPR #Hari Pertama Kerja
Tanya VOX AI

Punya pertanyaan tentang berita ini?

Contoh pertanyaan:

Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?

5.0 / 5 dari 2 rating

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait