Target 100 Hari Kerja Rektor UPR, Prof Bhayu Rhama Siap Harmoniskan Internal dan Benahi Fasilitas Kampus
ADMIN VOX MERDEKA
05 Oktober 2026, 22:24 WIB · Diperbarui 06 Oktober 2026 11:28 WIB
VOXMERDEKA.ID, JAKARTA – Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D. resmi mengemban amanah sebagai Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030. Usai dilantik, ia langsung menyiapkan sejumlah langkah awal, termasuk memperkuat harmonisasi internal dan membenahi berbagai kebutuhan dasar fasilitas kampus.
Pelantikan Prof. Bhayu berlangsung di Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Jakarta, Senin (5/10/2026).
Prof. Bhayu dilantik oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendiktisaintek Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., M.B.A., Ph.D. Prosesi tersebut menjadi bagian dari agenda pelantikan sejumlah pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI), pejabat fungsional, hingga kepala sekolah.
Dalam prosesi pelantikan, Prof. Badri Munir Sukoco memimpin langsung pengambilan sumpah/janji para pimpinan PTN yang dilantik.
Pelantikan tersebut sekaligus menandai dimulainya kepemimpinan Prof. Bhayu Rhama di UPR untuk periode empat tahun ke depan.
Sebelumnya, Prof. Bhayu terpilih sebagai Rektor UPR melalui Pemilihan Rektor (Pilrek) yang digelar pada Kamis (1/10/2026). Dalam pemilihan tersebut, ia memperoleh 37 suara dari total 63 suara.
Fokus Harmonisasi Internal
Usai prosesi pelantikan, Prof. Bhayu menegaskan langkah pertama yang akan dilakukan adalah kembali ke Palangka Raya untuk membangun komunikasi dan memperkuat kebersamaan di lingkungan UPR.
PASANG IKLAN
DI VOX MERDEKA
Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia
Menurutnya, seluruh unsur sivitas akademika perlu dirangkul agar dapat bergerak bersama dalam menjalankan program dan mewujudkan visi UPR ke depan.
“Tentunya kita segera kembali ke Palangka Raya untuk mengharmonisasikan dan merangkul semua pihak, supaya kita semua bisa berjalan menjadi satu demi UPR yang kita cintai ini, serta bisa berdampak bagi masyarakat di Kalimantan Tengah,” ujar Prof. Bhayu usai pelantikan.
Ia menilai harmonisasi internal menjadi bagian penting pada awal masa kepemimpinannya. Perbedaan yang muncul selama proses pemilihan rektor, kata dia, harus diakhiri dengan membangun kebersamaan sebagai keluarga besar UPR.
Benahi Fasilitas Dasar dalam 100 Hari
Selain konsolidasi internal, Prof. Bhayu juga menyiapkan sejumlah prioritas dalam 100 hari pertama kepemimpinannya.
Ia menyatakan akan mulai menjalankan visi dan misi yang telah disusun, dengan memberikan perhatian terhadap persoalan mendasar yang berkaitan langsung dengan kenyamanan mahasiswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
“Saya akan komitmen untuk menjalankan visi dan misi kita. Dalam 100 hari pertama ini, permasalahan dasar akan menjadi prioritas, seperti ketersediaan listrik, pendingin ruangan di kelas-kelas, serta pemenuhan standar kelas yang layak,” jelasnya.
Menurut Prof. Bhayu, pembenahan fasilitas dasar bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi berkaitan langsung dengan kualitas proses pendidikan di lingkungan UPR.
Baca Juga
Dari Jombang, Tumbuh di Palangka Raya hingga Jadi Rektor UPR, Ini Perjalanan Prof Bhayu Rhama
Karena itu, ia berharap standar ruang perkuliahan dapat dipenuhi sehingga mahasiswa dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan nyaman dan tidak terganggu persoalan fasilitas.
“Semua standar kelas saya harapkan bisa terpenuhi sehingga mahasiswa bisa belajar dengan nyaman. Itu adalah pondasi utama bagi pendidikan kita, supaya mahasiswa merasa nyaman belajar di kampus dan tidak terkendala hal apa pun,” katanya.
Di tengah kondisi kabut asap yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, Prof. Bhayu juga menegaskan akan berupaya mengoptimalkan kondisi lingkungan kampus agar aktivitas akademik tetap berjalan dengan baik.
“Apalagi kondisi saat ini masih kabut asap, kita berusaha semaksimal dan seoptimal mungkin,” pungkasnya.
Kepemimpinan Prof. Bhayu Rhama bersama jajaran baru UPR untuk periode 2026–2030 diharapkan menjadi awal konsolidasi seluruh unsur kampus sekaligus mempercepat pembenahan berbagai kebutuhan dasar yang mendukung kegiatan akademik. (RR)
Punya pertanyaan tentang berita ini?
Contoh pertanyaan:
Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?
5.0 / 5 dari 1 rating
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
Dari Jombang, Tumbuh di Palangka Raya hingga Jadi Rektor UPR, Ini Perjalanan Prof Bhayu Rhama
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
Ini Profil Lengkap Bhayu Rhama, Dekan Fisip UPR Yang Jadi Guru Besar Ilmu Pariwisata
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
Usai Menang Pilrek UPR, Prof Bhayu: Kita Semua Keluarga, Saya Akan Rangkul Semua
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA