Vox Merdeka
Terbaru
Disdik Kalteng

Enam Murid SMAN 2 Palangka Raya Raih Medali Perak di Kompetisi Riset Internasional lewat Penelitian Kembang Sepatu

ADMIN VOX MERDEKA

ADMIN VOX MERDEKA

20 Oktober 2026, 20:19 WIB

65 dibaca 5.0
Enam Murid SMAN 2 Palangka Raya Raih Medali Perak di Kompetisi Riset Internasional lewat Penelitian Kembang Sepatu
Foto Istimewa

VOXMERDEKA.ID, PALANGKA RAYA – Tanaman kembang sepatu yang dikenal luas di lingkungan masyarakat menjadi inspirasi penelitian enam murid SMAN 2 Palangka Raya hingga meraih penghargaan di tingkat internasional. Raisya Arina Zaidan bersama lima rekannya berhasil membawa pulang medali perak dalam ajang 8th International Science and Invention Fair (ISIF) 2026 melalui penelitian tentang potensi daun kembang sepatu sebagai kompres untuk membantu penanganan demam.

Kelima anggota tim yang turut mengembangkan penelitian tersebut adalah Cut Nadia Putri Raya, Vania Cassandra Joycelin, Riris Esther Sitorus, Yasmine Batrisya Agata, dan Gilang Natanael Tanggara.

Penghargaan itu diraih setelah mereka mempresentasikan penelitian berjudul From Local Wisdom to Scientific Evidence: Validation of Hibiscus rosa-sinensis as a Natural First-Aid Treatment for Fever dalam kompetisi yang berlangsung di Balai Purnomo Prawiro, Universitas Indonesia, Depok, pada 12–17 Oktober 2026.

Penelitian tersebut berangkat dari pengetahuan tradisional masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis). Tim kemudian mengembangkan gagasan itu melalui pendekatan ilmiah untuk mengkaji potensi daunnya sebagai kompres dalam membantu penanganan demam.

Mengangkat kearifan lokal melalui penelitian

Raisya menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam kompetisi internasional tersebut memberikan kesempatan bagi tim untuk mempresentasikan hasil penelitian, menjelaskan metode yang digunakan, serta menjawab pertanyaan dari dewan juri.

“Dalam kompetisi ini, saya bersama tim membawa penelitian tentang pemanfaatan daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) sebagai kompres untuk membantu penanganan demam. Penelitian ini berangkat dari pengetahuan tradisional yang ada di masyarakat, kemudian kami coba kaji melalui pendekatan ilmiah untuk melihat potensinya lebih lanjut,” ungkap Raisya, Senin (19/10/2026).

PASANG IKLAN DI VOX MERDEKA

Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia

HUBUNGI KAMI

Bagi tim, penelitian ini menjadi upaya untuk mempertemukan pengetahuan lokal dengan proses pengkajian ilmiah. Tanaman yang dekat dengan kehidupan masyarakat tersebut diangkat menjadi objek penelitian yang dapat dipresentasikan dalam forum internasional.

Raisya mengaku bersyukur atas medali perak yang berhasil diraih bersama rekan-rekannya. Ia menilai pengalaman tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga memberikan kesempatan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan penelitian.

“Puji syukur, penelitian yang kami bawakan berhasil meraih Silver Medal. Tentunya ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya, karena bisa belajar banyak hal baru sekaligus membawa nama Kalimantan Tengah di tingkat internasional,” tuturnya.

Berharap generasi muda berani mengembangkan potensi daerah

Raisya berharap pencapaian tersebut dapat mendorong generasi muda untuk lebih mengenal pengetahuan tradisional dan mengembangkannya menjadi karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, pencapaian dalam kompetisi tidak hanya diukur dari penghargaan yang diperoleh, tetapi juga dari proses belajar, keberanian mencoba hal baru, dan kesempatan memperkenalkan potensi daerah melalui penelitian.

“Saya berharap karya ini bisa mendorong generasi muda untuk lebih peduli terhadap pengetahuan lokal dan berani mengembangkannya menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Pencapaian ini juga menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar, berkarya, dan mencoba hal-hal baru ke depannya. Semoga saya bisa terus membawa nama Kalimantan Tengah ke tingkat yang lebih luas,” tambahnya.

Perkenalkan budaya Kalteng di forum internasional

Baca Juga

Siswi SMAN 2 Kuala Kapuas Raih Juara 3 Jurnalistik FLS3N 2026 lewat Karya Pelestarian Budaya Dayak

Pengalaman Raisya di ajang ilmiah internasional juga diwarnai kesempatan memperkenalkan kebudayaan Kalimantan Tengah. Sebelumnya, ia terlibat dalam Bali International Science Fair (BISF) 2026 di Denpasar, Bali.

Dalam kegiatan tersebut, Raisya bersama murid SMAN 2 Palangka Raya lainnya tampil pada seremoni pembukaan dengan membawakan Tari Bahalai, salah satu kesenian yang merepresentasikan kekayaan budaya Kalimantan Tengah.

Ia juga menjadi bagian dari tim penelitian berjudul Is 'Life After Graduate' Phenomenon Real for High School Student.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa partisipasi dalam forum internasional dapat menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus memperkenalkan identitas budaya daerah.

Melalui penelitian tentang tanaman kembang sepatu dan keterlibatannya dalam kegiatan budaya, Raisya bersama rekan-rekannya menunjukkan upaya generasi muda Kalimantan Tengah untuk mengangkat potensi lokal ke tingkat yang lebih luas.

Penelitian mengenai daun kembang sepatu sebagai kompres untuk membantu penanganan demam tetap memerlukan pengujian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanannya. Raihan medali dalam kompetisi merupakan bentuk penghargaan atas karya penelitian, bukan dengan sendirinya bukti bahwa metode tersebut telah terbukti secara klinis. (RR)

Tag: #Pendidikan #Disdik Kalteng #Prestasi #SMAN 2 Palangka Raya
Tanya VOX AI

Punya pertanyaan tentang berita ini?

Contoh pertanyaan:

Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?

5.0 / 5 dari 2 rating

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait