Murid SMKN 4 Palangka Raya Raih Medali Perak di Ajang Internasional Lewat Riset Kelakai
ADMIN VOX MERDEKA
20 Oktober 2026, 20:16 WIB
VOXMERDEKA.ID, PALANGKA RAYA – Marzhia Tesalonika, murid kelas X DKV 2 SMKN 4 Kota Palangka Raya, berhasil meraih medali perak dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2026. Prestasi tingkat internasional tersebut diraih melalui penelitian yang mengangkat potensi tanaman kelakai, kulit jeruk, dan serai sebagai kombinasi bahan yang dikaji untuk membantu mencegah anemia.
Kompetisi yang diselenggarakan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) itu berlangsung secara luring di Depok, Indonesia, pada 6–17 Oktober 2026.
Dalam kompetisi tersebut, Marzhia memperoleh penghargaan pada kategori Life Sciences melalui penelitian berjudul Kelaka: The Efficacy of a Combination Infusion of Stenochlaena palustris, Orange Peel, and Lemongrass in Increasing Hemoglobin Levels to Prevent Anemia.
Penelitian itu mengkaji potensi kombinasi infus kelakai (Stenochlaena palustris), kulit jeruk, dan serai dalam meningkatkan kadar hemoglobin untuk membantu mencegah anemia.
Angkat potensi tanaman lokal masyarakat Dayak
Penelitian Marzhia tidak hanya berfokus pada kajian ilmiah, tetapi juga mengangkat kekayaan hayati dan kearifan lokal masyarakat Dayak. Kelakai, yang dikenal sebagai salah satu tumbuhan pangan lokal Kalimantan, menjadi bahan utama dalam gagasan penelitian tersebut.
PASANG IKLAN
DI VOX MERDEKA
Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia
Melalui pendekatan ilmiah, Marzhia berupaya membawa pengetahuan lokal ke ruang penelitian yang lebih luas. Gagasan ini menunjukkan bagaimana potensi sumber daya alam daerah dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan karya ilmiah generasi muda.
Keikutsertaan dalam ISIF 2026 juga menjadi kesempatan bagi Marzhia untuk mempresentasikan hasil penelitiannya sekaligus memperoleh evaluasi dari para juri.
Ia mengungkapkan, pengalaman mengikuti kompetisi tersebut memberikan wawasan baru, terutama dalam memahami pentingnya metodologi penelitian, pengolahan data, dan kemampuan menyampaikan hasil riset.
“Bisa ikut ISIF 2026 di UI itu pengalaman yang seru dan ngebuka pikiran banget. Di sini kami tidak hanya sekadar unjuk karya, tapi benar-benar diuji oleh juri, mulai dari cara olah data, metodologi, sampai cara kami mengkomunikasikan produknya. Masukan kritis dari para juri bikin saya makin paham apa yang harus diperbaiki supaya karya ini bisa benar-benar bermanfaat,” ungkap Marzhia, Senin (19/10/2026).
Ingin buktikan riset murid SMK bisa berdampak
Marzhia mengatakan, penelitian tersebut menjadi salah satu upayanya untuk menunjukkan bahwa tradisi dan pengetahuan lokal masyarakat Dayak memiliki peluang untuk dikaji serta dikembangkan melalui pendekatan ilmiah.
“Dengan mengangkat kepercayaan dan tradisi lokal masyarakat Dayak ke kancah nasional dan internasional, saya mau membuktikan kalau hasil riset anak SMK juga bisa bikin perubahan nyata,” tambahnya.
Baca Juga
Siswi SMAN 2 Kuala Kapuas Raih Juara 3 Jurnalistik FLS3N 2026 lewat Karya Pelestarian Budaya Dayak
Raihan medali perak di ISIF 2026 menjadi pencapaian bagi Marzhia dan SMKN 4 Kota Palangka Raya. Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan potensi murid sekolah menengah kejuruan dalam mengembangkan kemampuan penelitian dan menghasilkan gagasan inovatif yang berangkat dari lingkungan sekitar.
Keberhasilan Marzhia diharapkan dapat memotivasi murid lainnya untuk mengeksplorasi potensi daerah, mengembangkan keterampilan riset, dan berani mengikuti kompetisi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui penelitian berbasis tanaman lokal, Marzhia menunjukkan bahwa kekayaan alam dan kearifan masyarakat Kalimantan Tengah dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
Penelitian mengenai kombinasi kelakai, kulit jeruk, dan serai tersebut tetap memerlukan pengujian ilmiah lebih lanjut untuk memastikan efektivitas serta keamanannya. Raihan medali dalam kompetisi tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa kombinasi bahan tersebut telah teruji sebagai metode pencegahan atau pengobatan anemia. (RR)
Punya pertanyaan tentang berita ini?
Contoh pertanyaan:
Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?
5.0 / 5 dari 2 rating
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Disdik Kalteng
Siswi SMAN 2 Kuala Kapuas Raih Juara 3 Jurnalistik FLS3N 2026 lewat Karya Pelestarian Budaya Dayak
Disdik Kalteng
Enam Murid SMAN 2 Palangka Raya Raih Medali Perak di Kompetisi Riset Internasional lewat Penelitian Kembang Sepatu
Disdik Kalteng
Tim Peneliti SMAN 3 Palangka Raya Raih Medali Emas lewat Inovasi Filter Air Gambut PURE-PEAT
Disdik Kalteng