Lulus SMP Sejak 2025 dan Putus Sekolah, Lilis Akhirnya Dapat Kesempatan Sekolah Berkat KHBS
ADMIN VOX MERDEKA
08 Oktober 2026, 12:58 WIB · Diperbarui 08 Oktober 2026 23:56 WIB
VOXMERDEKA.ID, SERUYAN – Harapan Lilis untuk kembali mengenakan seragam sekolah akhirnya terbuka. Lulusan SMP asal Kecamatan Danau Seluluk, Kabupaten Seruyan, itu sempat menghentikan pendidikan setelah lulus pada 2025 karena keterbatasan biaya.
Kesempatan untuk melanjutkan sekolah datang ketika kisah Lilis disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah (Disdik Kalteng) Muhammad Reza Prabowo dalam kegiatan penyaluran bantuan pangan Gubernur Kalteng di halaman Kantor Kecamatan Danau Seluluk, Minggu (4/10/2026).
Dalam dialog bersama masyarakat, Reza berbincang dengan Nisa, ibu Lilis. Dari percakapan tersebut diketahui bahwa Lilis telah menyelesaikan pendidikan SMP sejak 2025, tetapi belum dapat melanjutkan ke jenjang SMA atau SMK karena persoalan biaya.
Reza langsung meminta data Lilis untuk segera ditindaklanjuti.
“Pesan Pak Gubernur jangan takut lagi anak-anak kita tidak bisa melanjutkan pendidikan ke SMA. Gubernur bantu Ibu, kita minta datanya supaya nanti hari Senin sudah kita daftarkan sebagai murid,” tegas Reza.
Dapat Bantuan Perlengkapan Sekolah
Tidak hanya memastikan Lilis kembali bersekolah, Reza juga menyerahkan bantuan uang tunai dari Gubernur Kalimantan Tengah untuk memenuhi kebutuhan awal pendidikan.
Bantuan tersebut dapat digunakan untuk membeli berbagai perlengkapan sekolah, mulai dari seragam, sepatu, tas hingga buku.
Pada kesempatan yang sama, Reza memperkenalkan program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) kepada masyarakat. Program tersebut memberikan dukungan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga penerima yang melanjutkan pendidikan pada jenjang SMA, SMK dan SKH.
“Yang punya Kartu Huma Betang ini, semua murid SMA sederajat yang orang tuanya punya kartu ini, sekolahnya tidak ada dipungut biaya apa pun untuk SMA sederajat,” jelasnya.
PASANG IKLAN
DI VOX MERDEKA
Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia
Menurut Reza, bantuan pendidikan dari Pemerintah Provinsi Kalteng tidak hanya berupa pembebasan biaya sekolah. Pemerintah juga menyiapkan dukungan perlengkapan pendidikan bagi penerima yang memenuhi ketentuan.
“Ada bantuan seragam gratis dari Bapak Gubernur. Seragam itu bukan cuma baju seragam saja, tapi sampai sepatu juga ada. Ada alat tulis juga,” ungkapnya.
KHBS Jamin Akses Pendidikan SMA Sederajat
Sekretaris Daerah Kalteng Linae Victoria Aden turut menjelaskan cakupan program KHBS di bidang pendidikan.
Ia menegaskan, program tersebut menyasar jenjang pendidikan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, yakni SMA, SMK dan SKH.
“Yang masuk di dalam jaminan itu SMA sederajat, yaitu SMA, SMK, dan SKH. Bukan dari TK, SD, SMP, karena SD dan SMP menjadi tanggung jawab kabupaten/kota,” jelas Linae.
Menurutnya, anak dari keluarga pemegang KHBS memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses pendidikan.
“Kalau ada putra-putrinya yang mau sekolah di jenjang SMA, didaftarkan. Nanti dibantu sampai kuliah. Ini adalah program dari Bapak Gubernur Kalimantan Tengah,” lanjutnya.
Linae juga mengajak masyarakat yang merasa memenuhi kriteria penerima tetapi belum memiliki KHBS agar tidak ragu mengajukan diri.
“Bagi yang belum mempunyai KHBS tapi merasa berhak, silakan nanti untuk mendaftar. Akan dibantu, sekolahnya gratis, dapat bantuan seragam, dapat bantuan sepatu,” katanya.
Namun, dukungan pemerintah tersebut tetap membutuhkan peran keluarga. Orang tua diharapkan ikut memastikan anak dapat menjalani dan menyelesaikan pendidikan dengan baik.
Ibu Lilis: Sempat Bingung Cari Biaya Sekolah
Bagi Nisa, bantuan yang diberikan pemerintah menjadi titik terang setelah dirinya sempat kebingungan memikirkan kelanjutan pendidikan putrinya.
Baca Juga
SPI KPK Kalteng 2026 Naik Jadi 71,81, Disdik Dorong Penguatan Integritas di Sekolah
Ia mengaku tidak mampu membiayai Lilis untuk melanjutkan sekolah setelah lulus SMP.
“Kemarin ketika lulus, mau sekolah, tapi enggak ada biayanya. Saya terima kasih sama Pak Gubernur atas bantuan kepada anak saya untuk sekolah,” ungkap Nisa.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kalteng atas perhatian yang diberikan kepada keluarganya.
“Semoga Pak Gubernur sehat selalu, membantu rakyat yang kecil. Anak saya akhirnya bisa sekolah. Kami bangga sama Pak Gubernur. Semoga Bapak diberikan kesehatan dan panjang umur sekeluarga,” tuturnya.
Lilis Ingin Sekolah di SMKN Hanau
Kini Lilis kembali memiliki rencana untuk melanjutkan pendidikan. Ia mengaku ingin bersekolah di SMK Negeri Hanau.
“Saya pengen sekolah di SMKN Hanau. Makasih untuk Pak Gubernur sudah mau biayain sekolah saya. Terima kasih sudah membuat saya bisa lanjut sekolah,” kata Lilis.
Lilis lulus SMP pada 2025. Jika sejak saat itu langsung melanjutkan pendidikan, seharusnya ia kini telah berada di kelas XI. Namun, kondisi ekonomi keluarga membuat perjalanan pendidikannya sempat terhenti.
“Kalau dari lulus SMP langsung nyambung sekolah mungkin sekarang sudah kelas 2 SMK,” ujar Lilis.
Kisah Lilis menjadi salah satu gambaran persoalan akses pendidikan yang masih dihadapi keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Melalui KHBS dan dukungan pemerintah daerah, kesempatan untuk kembali melanjutkan pendidikan kini terbuka.
Bagi Lilis, kesempatan itu bukan sekadar bantuan biaya. Ada harapan yang kembali tumbuh untuk melanjutkan sekolah dan mengejar cita-cita yang sempat tertunda. (RR)
Punya pertanyaan tentang berita ini?
Contoh pertanyaan:
Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?
5.0 / 5 dari 3 rating
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Disdik Kalteng
SPI KPK Kalteng 2026 Naik Jadi 71,81, Disdik Dorong Penguatan Integritas di Sekolah
Disdik Kalteng
Sekolah Terbakar, Gubernur Agustiar Pastikan SMAN 1 Cempaga Dibangun Kembali
Disdik Kalteng
Disdik Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Diawasi Ketat dan Transparan Lewat Platform Pena Kalteng
Disdik Kalteng