Vox Merdeka
Terbaru
Kalimantan Tengah

280 Hari Karhutla di Kalteng, 5.761 Kejadian Tercatat hingga Awal Oktober

ADMIN VOX MERDEKA

ADMIN VOX MERDEKA

07 Oktober 2026, 20:20 WIB · Diperbarui 08 Oktober 2026 23:33 WIB

79 dibaca 5.0
280 Hari Karhutla di Kalteng, 5.761 Kejadian Tercatat hingga Awal Oktober
FOTO ILUSTRASI VOXMERDEKA

VOXMERDEKA.ID, PALANGKA RAYA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum juga mereda di Kalimantan Tengah. Sepanjang 280 hari sejak 1 Januari hingga 6 Oktober 2026, tercatat 5.761 kejadian karhutla di 13 kabupaten dan satu kota.

Akumulasi tersebut berjalan seiring dengan tingginya aktivitas titik panas. Data penanganan karhutla Provinsi Kalteng mencatat 254.056 hotspot terpantau selama periode tersebut.

Dari sisi luasan, laporan lapangan kabupaten/kota mencatat area terdampak kebakaran mencapai 17.116,39 hektare. Sementara berdasarkan analisis citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS, luas area terbakar diperkirakan sekitar 7.634 hektare.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib, mengatakan tingginya akumulasi kejadian dan titik panas menjadi perhatian serius pemerintah bersama seluruh unsur penanganan karhutla.

Menurutnya, strategi penanganan tidak boleh hanya bergerak setelah api membesar. Pencegahan, pemantauan hingga pembasahan di kawasan rawan harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman ketika api sudah muncul, tetapi juga pada upaya pencegahan maupun pembasahan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api,” kata Ahmad Toyib.

Pulang Pisau Catat Hotspot Tertinggi

Sebaran titik panas menunjukkan konsentrasi hotspot tertinggi berada di Kabupaten Pulang Pisau dengan 48.508 titik.

Posisi berikutnya ditempati Kotawaringin Timur dengan 41.614 titik, Kapuas 36.149 titik, Palangka Raya 26.213 titik, serta Seruyan sebanyak 25.157 titik.

Namun, jika dilihat dari jumlah kejadian kebakaran, Kotawaringin Timur berada di urutan pertama dengan 1.027 kejadian.

Palangka Raya menyusul dengan 845 kejadian, Barito Timur 722 kejadian, Seruyan 560 kejadian, dan Kapuas 478 kejadian.

PASANG IKLAN DI VOX MERDEKA

Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia

HUBUNGI KAMI

Sementara berdasarkan laporan luas area terbakar dari kabupaten/kota, Kotawaringin Timur juga mencatat luasan terbesar, yakni 3.052 hektare.

Selanjutnya Kotawaringin Barat mencapai 2.534 hektare, Pulang Pisau 2.215 hektare, Kapuas 1.654 hektare, dan Seruyan 1.721 hektare.

Adapun wilayah lainnya mencatat luasan berbeda, yakni Palangka Raya 1.094 hektare, Barito Selatan 1.258 hektare, Barito Timur 1.136 hektare, Sukamara 727,4 hektare, Gunung Mas 454,2 hektare, Katingan 418 hektare, Lamandau 358 hektare, Barito Utara 335,2 hektare, serta Murung Raya 190 hektare.

Hampir 14 Ribu Personel Dikerahkan

Menghadapi situasi tersebut, BPB-PK Kalteng bersama berbagai unsur terkait mengerahkan 13.699 personel gabungan untuk melakukan pencegahan dan penanganan karhutla.

Operasi di lapangan turut diperkuat dukungan udara berupa tujuh unit helikopter serta dua pesawat yang digunakan untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC) maupun patroli.

Selain operasi pemadaman dan pencegahan, penegakan hukum juga dilakukan. Hingga 6 Oktober 2026, tercatat 47 penegakan hukum berkaitan dengan kasus karhutla.

Ahmad Toyib menekankan pentingnya kecepatan dalam setiap tahapan penanganan. Informasi mengenai kemunculan api harus segera diteruskan agar respons dapat dilakukan sebelum kebakaran meluas.

“Kunci penanganan karhutla adalah kecepatan informasi, kecepatan respons dan kesinambungan penanganan,” tegasnya.

Pemantauan terhadap titik panas dan kondisi wilayah, lanjut dia, dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan setiap potensi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti.

“Pemantauan titik panas dan kondisi wilayah kami lakukan secara berkelanjutan, sehingga setiap potensi karhutla dapat segera ditindaklanjuti,” katanya.

Tak Hanya Membakar Lahan, Asap Ganggu Kesehatan dan Pendidikan

Baca Juga

Tani Merdeka dan APPSI Kalteng Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Karhutla

Panjanganya periode karhutla juga membawa konsekuensi terhadap kehidupan masyarakat. Dampak paling nyata tercatat pada sektor kesehatan.

Hingga 6 Oktober 2026, terdapat 109.813 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan 25.701 kasus diare.

Aktivitas pendidikan juga ikut terdampak. Sebanyak 223 sekolah tercatat menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di tingkat kabupaten/kota. Dalam data tersebut, sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka tercatat nihil.

Untuk membantu masyarakat menghadapi paparan kabut asap, tersedia 169 lokasi rumah oksigen. Sementara untuk unit mobil oksigen tercatat nihil.

Menurut Toyib, rangkaian data tersebut menunjukkan karhutla telah beririsan dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat. Persoalan kebakaran tidak lagi semata-mata berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga menyentuh kesehatan, keselamatan serta keberlangsungan aktivitas warga.

Karena itu, ia meminta koordinasi lintas sektor terus diperkuat. Pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, dunia usaha hingga masyarakat dinilai memiliki peran dalam mencegah dan menangani karhutla.

“Pencegahan menjadi langkah yang paling efektif untuk mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Masyarakat juga kembali diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan indikasi kebakaran, warga diminta segera melaporkannya agar dapat ditangani sedini mungkin.

Dengan masih tingginya kejadian karhutla hingga awal Oktober, pemerintah dan seluruh unsur terkait dituntut mempertahankan kewaspadaan. Penguatan pencegahan, pemantauan hotspot, respons cepat serta perlindungan bagi masyarakat terdampak menjadi langkah penting untuk menekan dampak karhutla dan kabut asap di Kalimantan Tengah. (RR)

Tag: #Kalteng #Karhutla #280 Hari #Dampak
Tanya VOX AI

Punya pertanyaan tentang berita ini?

Contoh pertanyaan:

Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?

5.0 / 5 dari 3 rating

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait