Vox Merdeka
Terbaru
Kalimantan Tengah

Curah Hujan Kalteng Diprakirakan Rendah hingga Menengah, Kewaspadaan Karhutla Perlu Ditingkatkan

ADMIN VOX MERDEKA

ADMIN VOX MERDEKA

10 Oktober 2026, 12:46 WIB · Diperbarui 10 Oktober 2026 12:55 WIB

5 dibaca 5.0
Curah Hujan Kalteng Diprakirakan Rendah hingga Menengah, Kewaspadaan Karhutla Perlu Ditingkatkan
FOTO ILUSTRASI VOXMERDEKA

VOXMERDEKA.ID, PALANGKA RAYA — Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diwaspadai di Kalimantan Tengah menyusul prakiraan curah hujan yang didominasi kategori rendah hingga menengah pada periode 1–10 Oktober 2026. Pemantauan cuaca dan kesiapsiagaan di lapangan menjadi penting untuk mengantisipasi kebakaran, terutama ketika laporan kejadian karhutla masih bermunculan di sejumlah daerah di Indonesia.

Informasi tersebut tercantum dalam laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengenai perkembangan situasi dan penanganan bencana periode Sabtu (3/10) hingga Minggu (4/10) pukul 07.00 WIB. Laporan itu mengacu pada prediksi curah hujan kumulatif Dasarian I Oktober 2026 yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Prakiraan curah hujan kategori rendah hingga menengah tersebut tidak hanya berlaku di Kalimantan Tengah, tetapi juga mencakup sejumlah wilayah di Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Meski demikian, prakiraan tersebut menggambarkan kondisi secara umum dalam periode dan wilayah tertentu. Realisasi cuaca dapat berbeda antarlokasi sehingga masyarakat dan petugas tetap perlu mengikuti perkembangan informasi cuaca setempat.

Karhutla masih terjadi di sejumlah daerah

Dalam laporan yang sama, BNPB mencatat kebakaran hutan dan lahan masih mendominasi kejadian bencana yang dilaporkan pada pekan pertama Oktober 2026. Sejumlah kebakaran terjadi di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan luasan terdampak yang cukup besar.

PASANG IKLAN DI VOX MERDEKA

Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia

HUBUNGI KAMI

Di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kebakaran menghanguskan sekitar 11 hektare kawasan hutan Gunung Bancak. Api berhasil dipadamkan pada Sabtu (3/10), sedangkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Kebakaran juga melanda beberapa lokasi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dengan total luasan hutan dan lahan yang terbakar mencapai sekitar 4,6 hektare. Sementara itu, insiden di kawasan Bukit Cemoro Sewu mengakibatkan dua orang mengalami luka ringan dan sedang. Tim gabungan berhasil memadamkan api pada hari kejadian, meskipun asap masih terlihat di lokasi.

Kejadian lainnya dilaporkan di kawasan Perhutani BKPH Tangen Surakarta, Kabupaten Sragen. Kebakaran di kawasan tersebut menghanguskan sekitar 20 hektare hutan setelah api dari pembakaran daun tebu kering di lahan warga membesar dan merambat ke kawasan Perhutani.

Upaya pemadaman di Sragen sempat menghadapi kendala karena akses menuju lokasi yang curam dan licin. Berdasarkan pembaruan pada Sabtu (3/10), tim gabungan akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api.

Rangkaian kejadian tersebut memperlihatkan pentingnya deteksi dini, penanganan cepat, serta kemudahan akses bagi petugas untuk menjangkau titik kebakaran. Keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko api meluas, khususnya ketika kondisi lapangan menyulitkan proses pemadaman.

BNPB minta masyarakat tidak membakar lahan

Baca Juga

280 Hari Karhutla di Kalteng, 5.761 Kejadian Tercatat hingga Awal Oktober

BNPB mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla dan kekeringan. Salah satu langkah pencegahan utama yang ditekankan ialah menghindari pembakaran lahan serta segera melaporkan keberadaan titik api kepada petugas berwenang.

Informasi yang disampaikan sejak awal dapat membantu petugas melakukan penanganan lebih cepat sebelum kebakaran meluas ke kawasan sekitarnya.

Selain itu, masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak, mewaspadai potensi cuaca ekstrem, serta mengikuti perkembangan informasi resmi dari BNPB, BPBD, BMKG, dan pemerintah daerah.

Bagi Kalimantan Tengah, pemantauan cuaca perlu berjalan beriringan dengan pengawasan kondisi lapangan. Prakiraan curah hujan rendah hingga menengah menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menyusun langkah antisipasi, tetapi penanganan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi aktual di masing-masing wilayah.

Kesiapsiagaan pemerintah, petugas, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan sekaligus menekan risiko kebakaran hutan dan lahan agar tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas. (RR)

Tag: #Kalteng #Karhutla #Curah hujan Rendah #cuaca
Tanya VOX AI

Punya pertanyaan tentang berita ini?

Contoh pertanyaan:

Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?

5.0 / 5 dari 2 rating

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait