Vox Merdeka
Terbaru
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA

Prof Bhayu Rhama Terpilih Jadi Rektor UPR 2026–2030, Unggul Telak 37 Suara

ADMIN VOX MERDEKA

ADMIN VOX MERDEKA

01 Oktober 2026, 17:18 WIB · Diperbarui 01 Oktober 2026 18:18 WIB

29 dibaca 5.0
Prof Bhayu Rhama Terpilih Jadi Rektor UPR 2026–2030, Unggul Telak 37 Suara
Rektor UPR Terpilih Periode 2025-2026, Prof Bhayu Rhama, S.T., MBA.,Ph.D. (FOTO:VOXMERDEKA)

VOXMERDEKA.ID, PALANGKA RAYA – Prof. Bhayu Rhama, Ph.D. mendapat kepercayaan memimpin Universitas Palangka Raya (UPR) untuk periode 2026–2030. Ia terpilih sebagai rektor setelah meraih suara terbanyak dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) UPR yang berlangsung di Aula Rahan UPR, Kamis (1/10/2026).

Dalam pemungutan suara tersebut, Prof. Bhayu yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR memperoleh 37 suara.

Sementara dua kandidat lainnya, yakni Dr. Thea Farina Embang memperoleh 14 suara dan Prof. Liswara Neneng mendapatkan 12 suara.

Ketua Senat UPR, Prof. Petrus Poerwadi, mengatakan seluruh proses pemilihan berlangsung lancar dan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan.

Pemungutan suara dimulai sekitar pukul 14.45 WIB dan selesai pada pukul 15.44 WIB. Sebanyak 41 anggota Senat UPR hadir dalam proses pemilihan bersama perwakilan kementerian.

"Prof. Bhayu terpilih dengan total 37 suara, mengungguli dua calon lainnya, yaitu Dr. Thea Farina Embang yang memperoleh 14 suara dan Prof. Liswara Neneng yang meraih 12 suara," ujar Prof. Petrus.

Secara keseluruhan, terdapat 63 suara dalam Pilrek UPR. Komposisi tersebut terdiri dari 41 suara Senat UPR atau 65 persen dan 22 suara Menteri atau 35 persen.

PASANG IKLAN DI VOX MERDEKA

Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia

HUBUNGI KAMI

Setelah penetapan hasil pemilihan, Prof. Bhayu masih harus menyelesaikan sejumlah proses administrasi sebelum resmi dilantik sebagai Rektor UPR.

Prof. Petrus menyebut Prof. Bhayu dijadwalkan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti prosesi pelantikan pada Senin (5/10/2026).

Pelantikan tersebut dijadwalkan dilakukan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto.

Bhayu: Saatnya Merangkul Semua

Prof. Bhayu menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin UPR selama empat tahun mendatang.

Menurutnya, proses pemilihan rektor merupakan bagian dari mekanisme demokrasi di lingkungan perguruan tinggi. Setelah seluruh tahapan pemilihan selesai, ia menilai tidak ada lagi sekat antarpendukung kandidat.

Ia menegaskan seluruh civitas akademika UPR harus kembali bersatu dan terlibat dalam upaya membangun universitas.

"Tentunya semua sama ya, artinya saya tidak melihat siapa yang banyak atau sedikit. Tapi kita terpilih menjadi Rektor untuk 2026–2030. Tadi pesan juga Rektor untuk semua, jadi kita akan berusaha untuk merangkul semua teman-teman itu juga," ujar Prof. Bhayu kepada awak media.

Ia mengakui hasil pemungutan suara menunjukkan dirinya memperoleh 37 suara, sedangkan dua kandidat lainnya mendapatkan 14 dan 12 suara.

Baca Juga

Usai Menang Pilrek UPR, Prof Bhayu: Kita Semua Keluarga, Saya Akan Rangkul Semua

"Kalau untuk jumlah suara tadi terpantau oleh saya, saya mendapat 37 suara, dan teman-teman yang lain dapat suara 14 dan 12 kalau tidak salah. Nanti coba ditanya sama panitia ya," katanya.

Bhayu mengatakan terpilihnya sebagai rektor bukan merupakan akhir dari sebuah proses. Sebaliknya, hasil tersebut menjadi awal tanggung jawab baru untuk membawa UPR berkembang ke arah yang lebih baik.

Karena itu, ia mengajak seluruh unsur kampus menjaga kebersamaan dan membangun UPR secara bersama-sama.

"Ya kita sudah lalui ya, harus tegar ya dari awal sampai saat terakhir. Kan perjalanan ini baru memulai perjalanan untuk membangun UPR lebih baik lagi," tegasnya.

Terkait agenda setelah terpilih, Prof. Bhayu mengatakan dirinya masih menunggu proses administrasi dan informasi resmi dari kementerian mengenai tahapan pelantikan.

"Kita menunggu kabar dari Kementerian. Jadwal pelantikan dari sana, di Jakarta," pungkasnya.

Dengan hasil Pilrek tersebut, kepemimpinan UPR periode 2026–2030 akan dilanjutkan di bawah Prof. Bhayu Rhama yang sebelumnya dipercaya memimpin FISIP UPR. (RR)

Tag: #UPR #Universitas Palangka Raya #Prof Bhayu Rhama #Pilrek UPR
Tanya VOX AI

Punya pertanyaan tentang berita ini?

Contoh pertanyaan:

Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?

5.0 / 5 dari 4 rating

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait