Vox Merdeka
Terbaru
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA

Tim Pengabdian Dosen FISIP UPR Bekali Guru dan Masyarakat Kelola Keuangan Keluarga

ADMIN VOX MERDEKA

ADMIN VOX MERDEKA

02 November 2026, 12:17 WIB

80 dibaca 5.0
Tim Pengabdian Dosen FISIP UPR Bekali Guru dan Masyarakat Kelola Keuangan Keluarga
Dosen Fisip UPR melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SD Islam Hasanka, Jalan Seth Adji Nomor 50, Palangka Raya, Jumat (23/10/2026).

VOXMERDEKA.ID, PALANGKA RAYA – Penguatan literasi keuangan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga dan mencegah kerentanan ekonomi rumah tangga. Hal tersebut dilakukan tim dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Palangka Raya (UPR) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SD Islam Hasanka, Jalan Seth Adji Nomor 50, Palangka Raya, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan bertema penguatan literasi keuangan tersebut diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri dari guru dan masyarakat umum. Berlangsung pukul 08.00 hingga 10.30 WIB, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam mengelola keuangan keluarga sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan pertama, yakni pengentasan kemiskinan.

Dalam pemaparan materi, Chrismantya menjelaskan bahwa kerentanan ekonomi keluarga tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan, tetapi juga kemampuan dalam merencanakan dan mengelola keuangan. Menurutnya, penghasilan yang dimiliki keluarga perlu diimbangi dengan kebiasaan menyusun anggaran dan mencatat setiap pemasukan maupun pengeluaran.

“Banyak keluarga sebenarnya punya penghasilan, tetapi belum terbiasa merencanakan dan mencatat keuangannya. Di situlah literasi keuangan berperan,” ujarnya.

Pentingnya penguatan literasi keuangan juga tercermin dari data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Kalimantan Tengah pada Maret 2025 sekitar 147,80 ribu orang atau 5,19 persen. Sementara itu, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 menunjukkan indeks literasi keuangan nasional sebesar 66,46 persen, lebih rendah dibandingkan indeks inklusi keuangan yang mencapai 80,51 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap layanan keuangan masih lebih tinggi dibandingkan pemahamannya dalam memanfaatkan layanan tersebut.

PASANG IKLAN DI VOX MERDEKA

Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia

HUBUNGI KAMI

Setelah registrasi dan pengisian pre-test, kegiatan dibuka oleh ketua tim bersama perwakilan SD Islam Hasanka. Peserta kemudian mengikuti empat sesi materi. Sesi pertama disampaikan Chrismantya yang membahas dasar-dasar pengelolaan keuangan, penyusunan anggaran rumah tangga, serta cara membedakan kebutuhan dan keinginan. Pada sesi kedua, Yonatan Ari Santoso dan Edward Melio Bertho memberikan pemahaman mengenai penentuan dana darurat, penghitungan kemampuan membayar cicilan, serta perbedaan utang produktif dan utang konsumtif.

Materi berikutnya membahas keamanan keuangan digital yang disampaikan Febriomico Griando Rasan dan Imanuel Jaya. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai risiko pinjaman online ilegal, judi online, dan penipuan digital, termasuk pentingnya menjaga kerahasiaan PIN dan kode OTP serta memeriksa legalitas lembaga keuangan sebelum menggunakan layanannya. Febriomico mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil keputusan ketika menerima tawaran keuangan yang menjanjikan proses mudah dan cepat.

“Pinjol ilegal dan judol sering masuk lewat pesan singkat atau media sosial dengan iming-iming mudah dan cepat. Masyarakat harus berhenti sejenak dan memeriksa dulu sebelum mengambil keputusan,” kata Febriomico.

Pada sesi terakhir, Nabilla Syahvalensi bersama anggota tim dan mahasiswa memandu praktik program “Satu Keluarga Satu Catatan Keuangan”. Melalui kegiatan tersebut, peserta berlatih mencatat pemasukan, pengeluaran, tabungan, dan utang menggunakan format sederhana yang dapat diterapkan secara manual maupun melalui ponsel. Pola yang diperkenalkan meliputi mencatat, mengevaluasi, mengendalikan, dan merencanakan keuangan secara berkala.

Baca Juga

Akademisi UPR Dorong Kolaborasi Pentahelix Atasi Persoalan Sampah di Pahandut Seberang

Melalui kegiatan pengabdian ini, tim dosen FISIP UPR menekankan bahwa kemampuan mengelola keuangan secara terencana merupakan bagian penting dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga. Penerapan pencatatan keuangan secara rutin diharapkan membantu masyarakat mengendalikan pengeluaran, menyiapkan dana darurat, serta mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak. Keberlanjutan manfaat program tersebut juga memerlukan konsistensi peserta dalam menerapkan materi yang diperoleh, disertai pendampingan lanjutan dan evaluasi perubahan perilaku keuangan. (RR)

Tag: #FISIP UPR #UPR #PKM
Tanya VOX AI

Punya pertanyaan tentang berita ini?

Contoh pertanyaan:

Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?

5.0 / 5 dari 8 rating

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait