Akademisi UPR Dorong Kolaborasi Pentahelix Atasi Persoalan Sampah di Pahandut Seberang
ADMIN VOX MERDEKA
06 November 2026, 12:19 WIB
VOXMERDEKA.ID, PALANGKA RAYA – Pengelolaan sampah di kawasan tepian Sungai Kahayan, khususnya Kelurahan Pahandut Seberang, Kota Palangka Raya, dinilai membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media menjadi salah satu pendekatan yang ditawarkan akademisi Universitas Palangka Raya (UPR) untuk menjawab persoalan tersebut.
Gagasan itu tertuang dalam penelitian berjudul “Orchestrating the Five Pillars: Pentahelix Synergy for Sustainable Waste Management in Pahandut Seberang Village” yang ditulis enam akademisi Program Studi Administrasi Publik UPR, yakni Nurul Hikmah, Bhayu Rhama, Rio Pratama, Pambajeng Luluh Dyah Pangestu, Trisni Salsa Ramadina, dan Cyntia Lupita Sari.
Dalam penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif tersebut, para peneliti mengkaji kondisi pengelolaan sampah, potensi wilayah, hingga peran masing-masing pemangku kepentingan dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular di kawasan Pahandut Seberang.
PASANG IKLAN
DI VOX MERDEKA
Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia
Hasil kajian menunjukkan, keterbatasan lahan, minimnya fasilitas pengelolaan sampah, serta belum optimalnya kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian. Karena itu, pendekatan pentahelix dinilai dapat menjadi kerangka strategis untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu.
Selain menawarkan penguatan kolaborasi, penelitian tersebut juga mengidentifikasi sejumlah potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan masyarakat. Di antaranya wisata sungai berbasis masyarakat (Community-Based River Tourism), pengembangan bank sampah digital, pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi melalui konsep upcycling, serta pengembangan produk olahan perikanan.
Potensi tersebut dinilai tidak hanya dapat membantu mengurangi persoalan lingkungan, tetapi juga membuka peluang diversifikasi ekonomi dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat setempat.
Baca Juga
Tim Pengabdian Dosen FISIP UPR Bekali Guru dan Masyarakat Kelola Keuangan Keluarga
Para peneliti menegaskan, penanganan sampah tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan pengumpulan dan pengangkutan. Diperlukan kebijakan yang konsisten, dukungan infrastruktur yang menyesuaikan karakteristik wilayah lahan basah, serta partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan pengelolaan.
Melalui penelitian ini, akademisi UPR mendorong agar persoalan sampah di Pahandut Seberang tidak semata-mata dipandang sebagai persoalan lingkungan, melainkan juga sebagai peluang untuk mengembangkan ekonomi sirkular dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Rmp
Punya pertanyaan tentang berita ini?
Contoh pertanyaan:
Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?
5.0 / 5 dari 9 rating
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
Tim Pengabdian Dosen FISIP UPR Bekali Guru dan Masyarakat Kelola Keuangan Keluarga
Olahraga & Pendidikan
Gelar PKM di Kelurahan Danau Tundai, Dosen dan Mahasiswa Fisip UPR Bantu Masyarakat Manfaatkan Potensi Lokal
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
Evaluasi Program Makan Begizi Gratis (MBG): Dosen dan Mahasiswa FISIP UPR Datangi SDN 3 Bukit Tunggal
Palangka Raya