Karhutla Jadi Sorotan, Aliansi Pemuda Kalimantan Desak Evaluasi dan Penurunan Raja Juli Antoni
ADMIN VOX MERDEKA
17 September 2026, 23:25 WIB · Diperbarui 29 September 2026 03:32 WIB
VOXMERDEKA.ID, JAKARTA
— Persoalan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah kembali mendapat sorotan.
Aliansi Pemuda Kalimantan
mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, termasuk meminta Presiden mempertimbangkan penurunan Raja Juli dari jabatan Menteri Kehutanan.
Aliansi menilai karhutla tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan teknis pemadaman api. Menurut mereka, kembali munculnya kebakaran perlu menjadi momentum untuk mengevaluasi tata kelola kehutanan, terutama terkait sistem pencegahan, pengawasan kawasan, deteksi dini, hingga penegakan hukum.
Bagi Aliansi Pemuda Kalimantan, persoalan karhutla harus dilihat secara lebih menyeluruh. Mereka mempertanyakan sejauh mana sistem perlindungan hutan mampu mencegah kebakaran sebelum meluas dan bagaimana pengawasan terhadap kawasan hutan dijalankan.
Perwakilan Aliansi Pemuda Kalimantan,
Raja Rio
, mengatakan pemerintah perlu mempertanggungjawabkan kinerja pengelolaan kehutanan kepada publik.
“Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah api membesar. Pertanyaannya adalah bagaimana pencegahannya, bagaimana pengawasannya, bagaimana deteksi dininya, dan bagaimana penegakan hukumnya,” tegas Raja Rio.
Menurut aliansi, evaluasi terhadap Kementerian Kehutanan perlu dilakukan secara terbuka dan menyeluruh. Evaluasi tersebut, kata mereka, penting untuk melihat pelaksanaan tanggung jawab kementerian dalam upaya pencegahan kebakaran, perlindungan kawasan hutan, penguatan pengawasan, serta penegakan hukum.
PASANG IKLAN
DI VOX MERDEKA
Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia
Desak Raja Juli Antoni Diturunkan
Atas dasar sikap tersebut, Aliansi Pemuda Kalimantan secara terbuka mendesak Presiden untuk mengevaluasi dan menurunkan Raja Juli Antoni dari posisi Menteri Kehutanan. Aliansi menyatakan persoalan karhutla harus menjadi bagian dari evaluasi terhadap kepemimpinan sektor kehutanan. Mereka berpandangan bahwa jabatan publik tidak hanya berkaitan dengan fungsi administratif, tetapi juga membawa tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan dan keselamatan masyarakat. “Kami mendesak pemerintah mengambil keputusan yang tegas. Raja Juli Antoni harus dievaluasi dan diturunkan dari jabatan Menteri Kehutanan. Kami tidak ingin persoalan karhutla hanya kembali menjadi siklus pemadaman tanpa pembenahan mendasar,” tegas Raja Rio. Aliansi menilai penanganan karhutla perlu diarahkan pada pembenahan sistem secara berkelanjutan, bukan hanya mengandalkan respons ketika kebakaran sudah terjadi. Mereka juga menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut serta memantau langkah pemerintah hingga tuntutan yang disampaikan memperoleh respons dan keputusan yang jelas. Melalui seruannya,Baca Juga
Dorong Akses dan Pemerataan Pendidikan Tinggi, GMKI Salurkan Beasiswa Rp6,21 Miliar
Aliansi Pemuda Kalimantan
kembali menyuarakan tuntutan
“Evaluasi Total! Turunkan Raja Juli Antoni!”
sebagai bentuk desakan terhadap pemerintah untuk melakukan evaluasi atas tata kelola sektor kehutanan di tengah persoalan karhutla yang kembali menjadi perhatian. (RR)
Tanya VOX AI
Punya pertanyaan tentang berita ini?
Contoh pertanyaan:
Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?
4.5 / 5 dari 4 rating
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Nasional
Dorong Akses dan Pemerataan Pendidikan Tinggi, GMKI Salurkan Beasiswa Rp6,21 Miliar
23 Sep 2026
|
103
|
5.0
Nasional
Nur Ghina Muslimah Dorong KPU dan Bawaslu Terbuka dalam Sidang PHPU di MK
23 Sep 2026
|
78
|
4.5
Nasional
Pemuda dan 4 Pilar: Tidak Sekadar Memahami, tetapi Berani Menyampaikan Persoalan
21 Sep 2026
|
75
|
4.0
Nasional
Sudaryono Makan MBG Bareng Siswa di Kupang, Suasana Kelas Penuh Keceriaan
17 Sep 2026
|
91
|
4.3