Dari Tradisi ke Pasar Modern, LPPM UPR Dorong Wadi Jadi Ikon Ekonomi Lokal
ADMIN VOX MERDEKA
24 Oktober 2026, 20:24 WIB
VOXMERDEKA.ID, PALANGKA RAYA – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya (UPR) mendorong pengembangan wadi, makanan fermentasi ikan khas Kalimantan Tengah, menjadi produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Upaya tersebut dilakukan melalui inovasi pengemasan (packaging) dan pencitraan merek (branding) untuk memperkuat daya saing produk lokal sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Penguatan Ikon Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal Hasil Fermentasi Ikan (Wadi) Melalui Inovasi P&B (Packaging dan Branding) pada Masyarakat Kelurahan Pahandut Seberang Kota Palangka Raya” dilaksanakan pada 10–11 Oktober 2026 di Kelurahan Pahandut Seberang, Kota Palangka Raya.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim PKM yang diketuai Sri Mujiarti Ulfah, S.Sos., M.AP., dengan anggota Dra. Ec. Solikah Nurwati, M.M., Agustina Muliyani, S.E., M.M., dan Indah Nur Oktavia, S.S., M.Si.
Ketua tim, Sri Mujiarti Ulfah, mengungkapkan bahwa wadi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ikon ekonomi lokal. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan inovasi agar produk tradisional itu semakin menarik bagi konsumen dan mampu bersaing di pasar modern.
PASANG IKLAN
DI VOX MERDEKA
Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia
“Wadi salah satu kuliner tradisional, memiliki potensi untuk menjadi ikon ekonomi lokal. Tentu perlu pengemasan yang menarik. Di kegiatan ini kami mendesainkan kemasan, tidak hanya itu, peserta juga kami bekali literasi keuangan sederhana,” ungkapnya.
Menurutnya, pengembangan produk berbasis kearifan lokal tidak cukup hanya mengandalkan cita rasa dan keunikan tradisional. Pelaku usaha juga perlu memperhatikan tampilan kemasan dan identitas merek agar produk lebih mudah dikenali serta memiliki daya tarik bagi calon pembeli.
Wadi sendiri merupakan salah satu produk olahan ikan yang telah lama menjadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat Kalimantan Tengah. Proses pengolahan dan fermentasi yang diwariskan secara turun-temurun menjadikan makanan ini bukan sekadar produk pangan, melainkan juga bagian dari identitas budaya masyarakat setempat.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat didorong untuk melihat wadi sebagai peluang usaha yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Selain inovasi pengemasan dan branding, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai literasi keuangan sederhana, manajemen usaha, penetapan harga jual, serta pemasaran digital (digital marketing).
Baca Juga
Awali Hari Pertama Kerja, Rektor UPR Prioritaskan Fasilitas Kuliah dan Layanan Mahasiswa
Pembekalan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengelola usaha secara lebih terarah, mulai dari menentukan strategi pemasaran hingga menghitung harga jual yang sesuai. Dengan demikian, wadi tidak hanya dipertahankan sebagai warisan kuliner tradisional, tetapi juga berpeluang menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat Kelurahan Pahandut Seberang.
Melalui program pengabdian ini, LPPM UPR turut mendorong sinergi antara pelestarian kearifan lokal dan penguatan ekonomi masyarakat. Inovasi packaging dan branding diharapkan menjadi langkah awal dalam memperluas jangkauan pemasaran wadi, sehingga produk khas Kalimantan Tengah tersebut semakin dikenal dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas. (RR)
Punya pertanyaan tentang berita ini?
Contoh pertanyaan:
Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?
5.0 / 5 dari 1 rating
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
Awali Hari Pertama Kerja, Rektor UPR Prioritaskan Fasilitas Kuliah dan Layanan Mahasiswa
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
Dari Jombang, Tumbuh di Palangka Raya hingga Jadi Rektor UPR, Ini Perjalanan Prof Bhayu Rhama
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
Usai Menang Pilrek UPR, Prof Bhayu: Kita Semua Keluarga, Saya Akan Rangkul Semua
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA