Vox Merdeka
Terbaru
Kalimantan Tengah

WALHI Kalteng Desak Pemerintah Bertanggung Jawab atas Lonjakan ISPA Akibat Kabut Asap

ADMIN VOX MERDEKA

ADMIN VOX MERDEKA

27 Oktober 2026, 12:22 WIB

66 dibaca 5.0
WALHI Kalteng Desak Pemerintah Bertanggung Jawab atas Lonjakan ISPA Akibat Kabut Asap
Direktur Eksekutif WALHI Kalteng, Janang Firman Palanungkai.

VOXMERDEKA.ID, PALANGKA RAYA – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalimantan Tengah (Kalteng) mendesak pemerintah mengambil langkah konkret untuk melindungi kesehatan masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Desakan tersebut disampaikan menyusul memburuknya kualitas udara selama berbulan-bulan serta meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah Kalteng.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang dikutip WALHI Kalteng, tercatat sebanyak 26.740 kasus ISPA di provinsi ini, dengan 5.133 kasus di antaranya dialami anak-anak. Sementara itu, pemantauan kualitas udara pada Sabtu (24/10/2026) melalui IQAir menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Kota Palangka Raya mencapai angka 1.104. Adapun pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari Kementerian Lingkungan Hidup dilaporkan menyentuh angka 1.300 dengan kategori berbahaya.

Direktur Eksekutif WALHI Kalteng, Janang Firman Palanungkai, menilai kondisi tersebut menunjukkan belum optimalnya upaya pemerintah dalam mencegah dan menangani bencana ekologis karhutla yang terus berulang setiap tahun. Menurutnya, tanggung jawab pemerintah tidak cukup hanya memadamkan api, tetapi juga harus mencakup perlindungan kesehatan, pemulihan ekonomi masyarakat terdampak, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

PASANG IKLAN DI VOX MERDEKA

Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia

HUBUNGI KAMI

“Hampir empat bulan warga di Kalimantan Tengah menghirup asap dengan kategori berbahaya. Pejabat negara dari Presiden, Wakil Presiden, dan beberapa menteri sudah mengunjungi Kalimantan Tengah. Namun, hingga sekarang belum juga ditemukan kebijakan yang konkret dan benar-benar menyelesaikan masalah,” tegas Janang dalam keterangan pers, Senin (26/10/2026).

Ia juga mempertanyakan tindak lanjut setelah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau kondisi kabut asap dan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Palangka Raya pada Jumat (23/10/2026). WALHI berharap kunjungan tersebut menghasilkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat terdampak, termasuk perluasan fasilitas pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Janang menambahkan, masyarakat telah menyampaikan protes melalui media sosial hingga aksi massa di sejumlah kantor pemerintahan. Ia menyebut WALHI Kalteng telah mengingatkan pemerintah sejak April mengenai potensi dampak fenomena Godzilla El Niño. Karena itu, pemerintah dinilai perlu mengambil langkah yang lebih agresif, preventif, dan terstruktur, termasuk mempertimbangkan penetapan status bencana nasional untuk memperkuat penanganan karhutla dan kabut asap.

Baca Juga

WALHI dan Solidaritas Perempuan Kritik Penanganan Karhutla Kalteng, Gubernur Diminta Minta Maaf

Selain mendesak penanganan yang lebih serius, Janang juga meminta adanya pemeriksaan terhadap penggunaan anggaran penanganan karhutla. Menurutnya, besarnya dana yang telah disampaikan pemerintah harus sejalan dengan hasil nyata di lapangan. Ia menilai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perlu turun untuk menyelidiki penggunaan anggaran tersebut agar penanganan karhutla berjalan transparan dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pihak tertentu.

Sementara itu, Manager Advokasi, Kampanye, dan Kajian WALHI Kalteng, Agung Sesa, menegaskan bahwa kualitas udara yang bersih dan sehat merupakan hak setiap warga negara. Ia mendesak pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi, membuka akses informasi dan penanganan bagi masyarakat terdampak, serta memastikan perlindungan kesehatan dan pemulihan lingkungan dilakukan secara menyeluruh. WALHI juga meminta pemerintah segera menetapkan kondisi tersebut sebagai bencana nasional serta mengakui kekurangan dalam perlindungan masyarakat akibat krisis kabut asap yang berkepanjangan. (RR)

Tag: #Karhutla #Walhi #ISPA #Kaltemg #Kasus
Tanya VOX AI

Punya pertanyaan tentang berita ini?

Contoh pertanyaan:

Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?

5.0 / 5 dari 7 rating

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait